Inilah alasan perut semakin membuncit setelah mengonsumsi karbohidrat Situs Kumpulan Berita Terbaru & Terupdate ANEKA BERITA

Breaking

CAHAYAQQ.COM AGEN POKER | AGEN DOMINO | AGEN CAPSA | POKER ONLINE | DOMINO ONLINE
JAWADOMINO.COM Agen Poker Online Terbesar & Terpercaya dengan Layanan Online 24jam/nonstop. Proses Deposit withdraw Mudah dan cepat. Segera daftarkan diri Anda dan ajak Teman Anda bermain bersama kami, ada bonus referal dari JAWADOMINO.COM

Rabu, 10 Juli 2019

Inilah alasan perut semakin membuncit setelah mengonsumsi karbohidrat

JAWAWIN.ORG

AGEN DOMINO - Ketika seseorang mencoba mengurangi berat badan, salah satu hal terberat yang harus dijalani adalah menyusutkan lemak berlebih di perut. Gundukan lemak di perut ini merupakan hal yang sangat menyebalkan dan banyak menjadi perhatian.

Untuk mengurangi tumpukan lemak di perut ini, kamu bisa melakukan berbagai macam hal seperti push up, pull up, sit up, yoga, atau mengubah pola makan. Cara pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengurangi asupan karbohidrat pada pola makan.

Gabi Geerts, dietisien, menyebut bahwa seseorang yang mengonsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat tinggi lebih rentan memiliki timbunan lemak di perut. Lalu apa sih hubungan antara konsumsi karbohidrat dengan menimbunnya lemak di perut?

Perut membuncit juga bisa jadi disebabkan karena kurang tidur serta stres yang terjadi dalam jangka panjang. Walau begitu, ketika karbohidrat dipecah menjadi glukosa, insulin merupakan hormon yang berubah untuk membawa glukosa tersebut ke dalam berbagai bagian tubuh yang membutuhkan energi.

"Karbohidrat merupakan sumber utama energi untuk tubuh, dipecah dan dijadikan sebagai glukosa oleh sel tubuh kita," ungkap Geerts.

Robert Milanes dari Luminary MD di Irvine, California menyebut bahwa masalah muncul ketika karbohidrat dikonsumsi dalam jumlah berlebih dan tubuh tidak membutuhkan energi. Glukosa ini kemudian akan disimpan sebagai lemak setelah diubah menjadi glikogen ketika tidak ada tujuan untuk menyalurkannya.

Pada pola makan tinggi karbohidrat, insulin dibutuhkan bekerja terus-menerus untuk menjaga penumpukkan karbohidrat ini dan melahirkan kondisi yang disebut resistensi insulin. Geerts menjelaskan lebih lanjut bahwa ketika kemampuan insulin untuk menjaga glukosa menurun, energi bakal disimpan dalam bentuk lemak tak sehat.

Lemak yang bertumpuk ini kemudian disimpan di perut yang kemudian menjadi masalah. Lemak perut ini merupakan salah satu gejala sindrom metabolisme yang merupakan masalah kesehatan yang bisa menimbulkan penyakit jantung, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan gula darah tinggi.

Untuk mengatasi masalah ini, kamu bisa melakukannya dengan menghindari karbohidrat sederhana seperti di minuman bergula dan makanan olahan yang dicerna lebih cepat dibanding karbohidrat kompleks. Mengonsumsi buah dan sayur bisa membantu menjaga perut kenyang dan menstabilkan insulin sehingga lemak tidak disimpan pada perut. AGEN POKER

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JAWADOMINO.COM Agen Poker Online Terbesar & Terpercaya dengan Layanan Online 24jam/nonstop. Proses Deposit withdraw Mudah dan cepat. Segera daftarkan diri Anda dan ajak Teman Anda bermain bersama kami, ada bonus referal dari JAWADOMINO.COM