Kapolsek Depok Timur Kompol Suhadi menyebut, korban diketahui berinisial FA (22), warga Kaliabu RT 03/13 Gamping, Sleman. Ditemukan oleh seorang warga bernama Ngajiono (60) yang berencana membuka warung soto di kawasan tersebut sekitar pukul 05.30 WIB.
Dugaan tersebut muncul usai ditemukannya luka pada bagian pipi sebelah kanan korban. Selain itu, telinganya robek, matanya juga lebam. Dan saat ditemukan tubuh korban dalam kondisi tertutup selimut. Korban diperkirakan tewas 3-4 jam sebelum ditemukan warga.
"Indikasinya memang ada penganiayaan, tapi lebih jelasnya nanti nunggu hasil dokter forensik, dan korban diperkirakan tewas 3-4 jam sebelum ditemukan warga" ungkapnya.
Kompol Suhadi mengatakan jenazah korban sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara, Kalasan, Sleman. Guna dilangsungkan proses autopsi.
Purwanto (52) ayah mertua korban menyebut dirinya sudah seminggu belakangan tak berjumpa dengan menantunya tersebut. "Padahal sesekali (korban) sering ke rumah,” katanya saat membuat laporan di Poslek Depok Timur.
Informasi yang didapat FA yang sehari-hari bekerja berjualan jamur ini adalah sosok yang baik. Kendati ia kurang paham masalah yang dialami korban, lantaran menantunya tersebut juga tak pernah bercerita kepadanya. AGEN DOMINO








Tidak ada komentar:
Posting Komentar