JAWA DOMINO menjelaskan saraf kejepit dapat terjadi karena dipicu gaya hidup kurang sehat yang berdampak pada obesitas. Tak hanya itu, kebiasaan yang dilakukan gaya hidup kaum urban juga berisiko besar terhadap saraf kejepit. Termasuk yang obesitas, lansia, orang yang terlalu banyak duduk atau sedentary lifestyle. Misal, berangkat kerja pakai mobil dan hanya duduk saja lalu di kantor juga duduk terus, itu berisiko tinggi.
Gaya hidup lain yang kerap menjadi kebiasaan generasi muda seperti memakai sepatu hak tinggi sehingga rentan memicu saraf kejepit di pinggang. Pada para pria pun, kerentanan saraf kejepit bisa timbul apabila sering menyimpan dompet di kantong belakang celana. Bahaya yang ditimbulkan pun tak main-main karena berisiko kelumpuhan.
Saraf kejepit bisa picu kelumpuhan karena ketika saraf terganggu, maka nggak ada komunikasi antara otak dan kaki. Karena saraf seluruh tubuh saling berhubungan satu sama lain dan berpusat di otak. Untuk mencegahnya, disarankan agar tiap individu selalu menerapkan posisi yang ergonomis saat beraktivitas seperti mengangkat benda berat dengan posisi jongkok. Selain itu, berat badan sebaiknya lebih ideal dengan aktif bergerak dan menjaga pola makan.
AGEN DOMINO mengatakan kebiasaan-kebiasaan rutin kita lakukan buruk yang berbahaya untuk posisi tubuh sebaiknya tidak sering dilakukan. Kalau ada kesemutan dalam waktu lama sampai ke ujung kaki, itu tanda awal saraf kejepit yang harus diwaspadai, jadi tanpa harus terjadi hal tersebut ada baiknya kita melakukan rutinitas yang sehat seperti banyak jalan, tidak begitu menggunakan transportasi kemudian dipandu dengan makanan yang sehat serta protein yang cukup.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar